Virus Corona, Sawan dan Ilmu Titen Tempo Dulu

Ada Emak bertanya serius pada anaknya,
"Sakjane virus itu apa to? Tiap hari di TV kok beritanya virus terus.."

Aku : "Virus itu sejenis SAWAN mak! Tidak terlihat mata tapi kalau suda tertular bisa membuat orang sakit batuk, demam tinggi, sesak nafas. Kalau tidak kuat, orangnya bisa mati,"

Mendapat penjelasan seperti itu, emak langsung mudheng (paham). Kalau dijelaskan pakai ilmu virologi bisa-bisa mumet emakku..

Emak "..Eeee... Sawan to," sambil manggut-manggut tanda emak mengerti.

Aku : "Makanya mak, jangan kumpul-kumpul dulu. Kalau terpaksa kumpul, usahakan jaga jarak minim 1 meter. Sebelum emak masuk rumah, cuci tangan dulu yang bersih pakai sabun, jangan langsung gendong cucu atau menyentuh apapun. Masuk rumah langsung ke kamar mandi, terus mandi yang bersih, pakaian langsung direndam pakai detergen lalu dicuci. Setelah itu, emak baru boleh ngapa-ngapain.

Virus itu sebenarnya tak berbahaya jika kita sehat. Tapi kalau kita punya penyakit diabetes, sesak nafas, darah tinggi, dll, maka bisa sangat berbahaya.

Nah supaya tetap sehat, perbanyak minum air putih, air perasan lemon, wedang jahe/kunyit/temulawak, rebusan daun sirih atau daun kelor"

Emak : "Wis wis, aku wis mudheng.. Dari dulu kan emak juga sudah mengajari kalian seperti itu. Cuci tangan dan kaki sebelum masuk rumah, sampai emak sediakan gentong di depan rumah. Tapi malah katamu jangan percaya mitos. Sawan-sawan opo..

Emak tanamkan sirih dan kelor, tapi kamu tak mau makan sayur bening daun kelor, malah lebih pilih makan mie instan.

Tak buatkan jamu kunir asem,  temulawak dan kunci suruh supaya sehat, tapi kamu malah pilih minum obat buatan Cino, Londo karo Amerika... Sekarang lagi musim virus saja baru ingat cuci tangan dan minum jamu."

Aku : "Iya ya, Mak!" aku berpikir keras 🤔🤔🤔

Emak : "Orang tua zaman dulu itu walaupun kelihatannya bodoh, tapi nggak sembrono dan ngawur. Mereka itu pakai ilmu "titen". Kalau bahasa sekarang dinamakan penelitian.. Dititeni alias diteliti. Misalnya kenapa kalau ada orang meninggal, anak-anak terutama yang masih bayi sering panas demam. Oo ternyata Bapak/Ibunya ikut melayat. Terus akhirnya dititeni, berarti orang pulang melayat itu bawa sawan atau penyakit. Akhirnya anaknya dicoba diolesi pakai bawang, terus Bapak/Ibunya sebelum menyentuh anaknya harus mandi dulu.

Dan tenyata benar, setelah dilakukan ritual seperti itu, anaknya sembuh dan tidak demam tinggi lagi. Kejadian itu dititeni, dijadikan pelajaran dan akhirnya menjadi tradisi. Terus kalian yang sudah pinter sekarang menemukan bahwa ternyata yang dibawa pulang dari luar rumah itu namanya virus, bukan sawan, ngono to?"

Aku : "Iya, Mak!" sambil nyengir 😆😆😆

Emak : "Sekarang kalian masih mau ngeyel., Masih mau ngatain bahwa wong kuno itu bodho ?
Sing bodho ya kalian itu. Sudah capek-capek nenek moyangnya niteni kalau bau badan itu banyak-banyak konsumsi daun luntas atau minum kunci suruh, ehhh kalian malah lebih percaya penjual minyak wangi, bau badan ya cukup disemprot.

Padahal bau badan kalian itu karena banyak kuman yang nempel dan harus dibersihkan. Kalau cuma disemprot parfum, jelas tak menyelesaikan masalah, parfumnya hilang tetap bau.

Nenek moyangnya sudah bagus niteni kalau orang yang sehat itu tidak mudah diserang sawan eh virus, makanya harus sering minum jamu, ehhh kalian malah lebih percaya penjual obat. Padahal obatnya hanya menghilangkan rasa sakit. Setelah diminum sehat, besoknya kambuh lagi. Minum obat lagi, sehat, kambuh lagi... Akhire rusak jeroanmu... Paham opo ora?"

Aku : Ampuuun.... mak, sudah paham, Mak..! Paham..! Anakmu ngaku salah 🙏🙏🙏

0 Response to "Virus Corona, Sawan dan Ilmu Titen Tempo Dulu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel