Rumput Fatimah Sebagai Obat Menurut Syariat dan Medis

Rumput Fatimah sudah biasa menjadi oleh-oleh khas jamaah haji atau umrah yang memang dijual dan ditawarkan di sana untuk para jamaah. Khasiatnya, konon katanya bisa memperlancar persalinan dan merupakan bagian dari thibbun nabawi.

Namun faktanya, rumput Fatimah bukan bagian thibbun nabawi karena belum ditemukan satupun dalilnya.

Masyarakat kita sering salah kaprah dan gagal paham, hanya karena berasal dari arab atau berbau Arab, maka dianggap bagian dari thibhun nabawi, padahal bukan. Contoh lainnya "tongkat Ali", ini juga bukan bagian thibbun nabawi.

Thibbun nabawi, sebagaimana konsep "thibb/pengobatan" pada umumnya, maka harus ada kemampuan mendiagnosa dan meramu bahan menjadi obat dosis tertentu, sebagaimana penjelasan para ahli (ulama). Jadi jika kita minum madu tanpa dosis dan indikasi yang tepat pun bukanlah metode thibbun nabawi.

Secara medis telah diteliti bahwa rumput fatimah memang memiliki kandungan oksitosin yang berkhasiat membantu proses melahirkan dengan kontraksi rahim.

Dengan catatan, jika dosisnya tepat dan sesuai waktunya, maka tentunya bisa membantu. Akan tetapi jika dosisnya tidak tepat atau berlebih, maka bisa menyebabkan rahim kontraksi hebat, bahkan bisa menyebabkan keguguran sebelum waktunya.

Maka kita dituntut agar bijak menyikapi hal ini, agar thibbun nabawi yang benar dapat diakui dunia Internasional dan berkembang pesat. Aamiin..

Wallahu a'lam..

Belum ada Komentar untuk "Rumput Fatimah Sebagai Obat Menurut Syariat dan Medis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel